Berita
Semarak Hari Jadi ke-195 Bantul: Kapanewon Piyungan Gelar Sarasehan Angkat Teladan "Sunan Geseng"
2026-07-21 05:20:29
Admin
PIYUNGAN, BANTUL — Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul, Kapanewon Piyungan menggelar acara sarasehan budaya yang berlangsung khidmat pada Jumat malam (17/7/2026). Mengambil tempat di Pendopo Kapanewon Piyungan, acara yang dimulai tepat pukul 19.30 WIB ini menjadi ajang refleksi dan silaturahmi bagi seluruh elemen masyarakat setempat.
Sarasehan tahun ini terasa istimewa karena mengusung tema sentral "Nuladha Sunan Geseng" (Meneladani Sunan Geseng). Acara ini dihadiri oleh jajaran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) Piyungan, para Lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, serta perwakilan warga dari berbagai kalurahan.
Pemilihan tema Nuladha Sunan Geseng memiliki benang merah yang kuat dengan identitas sejarah dan spiritualitas masyarakat Jawa, khususnya di wilayah Mataram. Sunan Geseng, yang memiliki nama muda Ki Cakrajaya, dikenal sebagai sosok yang gigih, bersahaja, dan memiliki tingkat kepatuhan yang luar biasa kepada gurunya, Sunan Kalijaga.
Dalam sambutannya, Panewu Piyungan menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukanlah sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menarik kembali nilai-nilai luhur para pendahulu untuk diterapkan di masa kini.
"Melalui tema Nuladha Sunan Geseng, kita semua diajak untuk meneladani sifat kesahajaan, ketekunan, dan dedikasi beliau. Kesetiaan dan kerja keras Ki Cakrajaya yang rela bertapa hingga 'geseng' (hangus) demi ilmu dan keyakinannya, adalah simbol ketangguhan. Semangat pantang menyerah inilah yang kita butuhkan untuk terus membangun Kapanewon Piyungan dan Kabupaten Bantul agar semakin maju dan sejahtera," ujar Panewu di hadapan para hadirin.
Acara sarasehan diisi dengan pemaparan dari narasumber yang mengupas tuntas sejarah Sunan Geseng dan relevansinya dengan visi misi Kabupaten Bantul. Suasana malam di Pendopo Kapanewon Piyungan terasa hangat, diwarnai dengan diskusi interaktif dan penjiwaan nilai-nilai kearifan lokal. Red-Fjrl